Senin, 07 Mei 2012

pemandangan indah pantai lola kawal


Pemandangan indah
Pantai Lola Kawal

Di salah satu tempat wisata yang ada di kepulauan riau yaitu pantai lola yang berada di daerah kawal kabupaten bimtan.pantai ini sudah ada sejak lama dan kemudian di kelola oleh dinas pariwisata untuk dijadikan tempat wisata yang lebih indah dan menarik untuk di kunjungi.
Untuk mencapai tujuannya , harus menyusuri jalan beraspal sepanjang 20 KM,tiga KM jalan berboksit selama 30 menit. Sesekali kita akan melintasi jalan yang berlubang.
Namun , begitu memasuki daerah tersebut terlihat bahwa lokasi pantai lola memang memiliki pemandangan yang sangat indah.
Hanya saja banyak tumbuhan hutan yang masih semak belum siap dikerjakan oleh pemda setempat yang mengelolanya. Itu pun terbukti pada saat kita memasuki lokasi tersebut masih terlihat pepohonan hutan yang belum siap dibersihkan.
Banyak pengunjung menjelaskan, bahwa ia memang suka berwisata di tempt ini, karena tempat tersebut sangat elok dengan pasir pantai dan bebatuan yang besar berjajar di tepi pantaim . tetapi sangat di sayangkan lokasi tersebut kurang penataan oleh pemda setempat.
Lokasi yang masih hutan di kawasan itu seolah menutup cerita manis keelokan pantai lola kawal.

Senin, 09 April 2012

PECUNDANG KELAS KAKAP

karya: taufiq almindatifa sitepu

PECUNDANG KELAS KAKAP

hai pecundang kelas kakap
duduk manis di kursi megah
tak perlu susah dan gelisah
harta deatang melimpah ruah

dimana tugas muliamu itu
kau di sanjung ribuan pendukung
kau di angkat dengan cepat
kini tugasmu selalu terlambat

kalau soal uang urusan gampang
berbual di kedai kopi kaki melenggang
enak banget tugasmu di kursi goyang
sekali bersala kaupun menghilang
— di Kota Tanjungpinang.

Senin, 05 Desember 2011

PUISI

 TIKUS KANTOR

KARYA : TAUFIQ ALMINDATIFA
MAHASISWA FKIP UMRAH TANJUNGPINANG

Wahai tikus kantor,,
Kau begitu kotor
Kau memiliki banyak motor
Tak sadarkah hatimu banyak tumor

Wahai tikus,,,,,,,
Mengapa kau begitu rakus
Matamu jelalatan hingga tak ingat kakus
Tak kenal lelah meski usiamu telah pupus

Rakyat mengeluh karenamu tikus,,
Bicaramu pandai dengan kritikus
Siang dan malam kau tetap menjadi tikus
Oh,,,,,tikus,,,,tikus,,,,tikus

Sekarang kau senang menjadi tikus
Tak selamanya kau menjadi tikus
Tikus ,,? kau ingat itu tikus!
Tak lama lagi kau akan terjerumus ke dalam lubang tikus

Senin, 28 November 2011

SYAIR

PULAU NUMBING

Pulau numbing inilah kisahnya
Banyak cerita dengan sejarahnya
Dengarkan dengan cara seksama
Inilah kisah awal ceritanya

Pulaunya kecil jauh dimata
Di negeri kepri itulah letaknya
Dahulu kala tempatlah belanda
Banyak menyimpan harta benda

Tempatnya elok banyak ragamnya
Suku melayu awal mulanya
Pulau numbing diberilah nama
Pesisir pantai adalah tinggalnya

Pulaulah numbing sudah berkembang
Masyarakatnya hidup dengan senang
Walaupun jauh tempatlah diseberang
Pulaulah numbing jaya benderang

Karya: Taufiq Alimindatifa
Mahasiswa UMRAH FKIP TANJUNGPINANG

SYAIR

SHOLAT LIMA WAKTU

Marilah sholat limalah waktu
Agarlah kita tidak keliru
Mari kita ingatlah waktu
Dengarkan azan sedang berseru

Bila azan telah berseru
Lekas ambil airlah whudu
Bacalah niat denganlah khusu
Untuk tunaikan ibadah fardhu

Bila sholat dikerjakan
Tiang agama telah ditegakkan
Sebab telah menjadi ajaran
Agama islam menjadi pedoman

Pabila kita lupalah waktu
Hidup akan menjadi belenggu
Maka syetan terus mengganggu
Azab neraka sudah menunggu


Karya : Taufiq Almindatifa
Mahasiswa UMRAH FKIP TANJUNGPINANG

SYAIR

SYAIR KHATAM QUR'AN

Dengan bismillah membuka kata
Berkhatam qur'an pula dijangka
Kalam illahi yang kita baca
Supaya hajat mendapat berkahnya

Berkhatam qur'an disebut orang
Faidahnya besar bukan kepalang
Mengagungkan allah cahaya benderang
Menjadi suluh pantang dilarang

Mulianya kita duduk berkhatam
Mengokohkan iman menguatkan islam
Hidup sejahtera siang dan malam
Terhindar dari neraka jahanam

Syair dibuat penegah iman
Khatam qur'an telah dilaksanakan
Amal baik telah di rhidokan
Alhamdulillah harus kita panjatkan


Karya:Taufiq Almindatifa
Mahasiswa FKIP UMRAH TANJUNGPINANG

PUISI


                          JANJI

Rasa ku kini tlah berlari
Mengejar sesuatu yang tak pasti
Bukan obat yang bisa dibeli
Namun bukan bunga yang selalu berduri

Semakin kukejar semakin kau berlari
Berlari kencang namun tak bisa kuhindari
Bagai sang kumban diputiksari
Semakin ku usir semakin dihinggapi

Dimana lagi ku harus mencari
Jejakmu kini sulit untuk ku cari
Mulut manismu selalu mengumbar janji
Janji manismu kini tlah kau ingkari



Karya : Taufiq Almindatifa
Mhasiswa FKIP UMRAH TANJUNGPINANG